Netra, Jakarta – TNI mulai mematangkan persiapan pengiriman personel ke Gaza, Palestina, untuk misi perdamaian. Kepastian jumlah prajurit yang akan diberangkatkan direncanakan ditetapkan pada akhir Februari 2026.
“Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI nanti yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan,” kata Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Tandyo menjelaskan, hingga kini TNI masih menunggu keputusan Presiden terkait pengiriman pasukan tersebut. Ia menyebut personel yang akan diberangkatkan nantinya dipilih dari prajurit yang memiliki pengalaman dalam misi perdamaian internasional, termasuk yang pernah tergabung dalam pasukan PBB.
“Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut,” ujarnya.
“Tentunya dia mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana walaupun itu di wilayah Lebanon,” tambah Tandyo.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengatakan pihaknya bersama Mabes TNI telah menyiapkan pasukan yang siap diberangkatkan sewaktu-waktu. Namun, jumlah pasti personel masih menunggu proses koordinasi lanjutan.
“Terkait dengan pengiriman pasukan yang terkait dengan Gaza, jadi intinya kita sudah siapkan ya. Mabes TNI, Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah,” kata Donny.
Diberitakan sebelumnya, KSADJenderal Maruli Simanjuntak juga menyampaikan bahwa TNI AD telah melakukan persiapan awal untuk mendukung misi perdamaian di Gaza.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sembari menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan serta karakter personel yang akan ditugaskan.
“Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Terkait jumlah pasukan yang akan dikirim, Maruli menegaskan belum ada angka final yang ditetapkan. Ia menyebut jumlah tersebut masih berupa estimasi dan sangat bergantung pada hasil negosiasi serta koordinasi lanjutan di Mabes TNI.
“Ya, bisa satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” ujarnya.

