
Persitara Jakarta Utara meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Tri Brata Rafflesia FC pada lanjutan Liga Nusantara 2025/26 di Stadion Banyuanyar, Surakarta, Sabtu (13/12/2025).
Hasil ini disambut lega sekaligus emosional oleh pendukung Persitara, setelah tim kesayangan mereka harus bertahan dari tekanan masif tuan rumah hingga detik terakhir pertandingan.Persitara membuka keunggulan lebih dulu lewat Saeful Abdul Nur Rohman pada menit ke-8. Tekanan tuan rumah belum mereda ketika Persitara kembali menggandakan skor di menit 39. Dion Mefahmi mencetak gol kedua Persitara melalui tendangan bebas keras dan terukur, yang gagal diantisipasi kiper Tri Brata. Gol ini menjadi momen penting yang mengangkat mental Persitara sekaligus membungkam dominasi permainan Tri Brata.
Tri Brata merespons dengan permainan agresif dan terus menekan hingga mencatat 52 persen penguasaan bola, 18 total tembakan, serta 9 sepak pojok. Namun dominasi tersebut kerap mentok di lini pertahanan Persitara yang bermain disiplin.Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat tajam. Serangan demi serangan Tri Brata memaksa Persitara bertahan lebih dalam.
Emosi pendukung Persitara semakin teruji ketika pada menit 75, gelandang Muhammad Agung Pribadi terlihat diinjak dalam duel keras. Keputusan wasit yang tidak memberikan pelanggaran maupun kartu memicu reaksi keras dari bangku cadangan dan menambah ketegangan di lapangan.Drama mencapai puncaknya di menit 90+5. Wasit menunjuk titik putih untuk Tri Brata, sebuah keputusan yang membuat jantung pendukung Persitara serasa berhenti. Dalam situasi paling menentukan itu, kiper Muhammad Fadli tampil sebagai pahlawan. Meski gagal mencatatkan clean sheet, Fadli berhasil menepis eksekusi penalti, memicu luapan emosi dan rasa lega dari pendukung Persitara yang menyaksikan laga dengan penuh ketegangan.
Ketegangan tidak langsung mereda setelah peluit akhir dibunyikan. Kericuhan kecil terjadi, yang berujung kartu merah pasca-pertandingan untuk Dion Mefahmi. Dari sudut pandang Persitara, insiden tersebut dipicu oleh provokasi pemain Tri Brata. Sementara itu, pelatih Persitara Robby Darwis juga menerima kartu kuning akibat protes kepada perangkat pertandingan.Secara statistik, Tri Brata unggul hampir di semua aspek serangan, termasuk shot off target (12 berbanding 2), namun Persitara menunjukkan efisiensi tinggi dengan 6 tembakan tepat sasaran dari 8 percobaan. Tri Brata tercatat memperoleh 1 penalti, sementara Persitara tidak mendapatkan hadiah serupa sepanjang laga.Kemenangan ini menjadi pelepas emosi bagi Persitara Jakarta Utara—bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal mental bertanding menghadapi tekanan, keputusan kontroversial, dan drama di menit akhir. Bagi pendukung Persitara, laga ini akan dikenang sebagai pertandingan penuh ketegangan yang berakhir dengan rasa lega dan kebanggaan.


