Netra, Jakarta – Anggota DPR RI Nurwayah menjenguk para korban kecelakaan mobil pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Ia datang ke RSUD Cilincing, Kamis (11/12/2025), untuk memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis optimal.
“Kami berharap para korban cepat pulih. Yang terpenting sekarang adalah memastikan mereka mendapatkan perawatan terbaik,” kata Nurwayah di lokasi.
Nurwayah menilai insiden tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah dan SPPG untuk mengevaluasi rekrutmen sopir serta pegawai. Ia menyoroti fakta bahwa sopir yang mengemudikan mobil itu merupakan sopir pengganti yang diduga minim pengalaman.
Menurut legislator Partai Demokrat itu, mekanisme penunjukan sopir pengganti harus diperketat, mulai dari kompetensi, pemahaman medan, hingga kepatuhan terhadap prosedur.
“Setiap sopir harus benar-benar kompeten. Tes psikologis, pelatihan berkala, sampai penggunaan seragam dan identitas resmi harus jadi standar tetap,” tegasnya.
Wakil rakyat dari Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu) itu juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap SOP distribusi MBG, terutama saat kendaraan memasuki area sekolah pada jam kegiatan belajar.
“Koordinasi lapangan, SOP distribusi, dan pengawasan operasional harian perlu ditinjau ulang. Keselamatan siswa harus jadi prioritas,” ujarnya.
Ia menekankan evaluasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kecelakaan itu terjadi Kamis (11/12) sekitar pukul 06.40 WIB saat siswa sedang berbaris di lapangan. Mobil blindvan pengangkut MBG melaju tak terkendali lalu menabrak barisan siswa.
Total ada 20 korban, terdiri dari 19 siswa dan satu guru. Lima korban dirawat di RS Koja, 14 di RSUD Cilincing, satu di Puskesmas Cilincing, sementara satu korban lainnya sudah dipulangkan.
Dugaan awal menyebut sopir tidak menguasai medan menanjak di depan sekolah dan salah menginjak pedal karena kurang mahir mengemudi.

