By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: PK Setya Novanto Dikabulkan MA, Hukuman Dikurangi Jadi Segini
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netranews

PK Setya Novanto Dikabulkan MA, Hukuman Dikurangi Jadi Segini

Xenos Zulyunico
Last updated: July 2, 2025 2:34 pm
Xenos Zulyunico
Published July 2, 2025

Netra, Jakarta – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh mantan Ketua DPR, Setya Novanto, terkait kasus korupsi pengadaan KTP elektronik. Vonis pidana terhadap Novanto yang semula 15 tahun penjara kini dipangkas menjadi 12 tahun 6 bulan.

“Kabul. Terbukti Pasal 3 juncto Pasal 18 UU PTPK juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Pidana penjara selama 12 tahun dan 6 bulan,” demikian tertulis dalam putusan nomor 32 PK/Pid.Sus/2020 seperti dilihat di situs resmi MA, Rabu (2/7/2025).

Selain pidana badan, Novanto tetap dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan subsider enam bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar USD 7,3 juta, dikurangi Rp 5 miliar yang telah lebih dahulu diserahkan ke penyidik KPK.

“UP USD 7.300.000 dikompensasi sebesar Rp 5.000.000.000 yang telah dititipkan oleh terpidana kepada Penyidik KPK dan yang telah disetorkan Terpidana, sisa UP Rp 49.052.289.803 subsider 2 tahun penjara,” ujar hakim dalam putusan tersebut.

Tak hanya itu, Novanto juga dikenai sanksi tambahan berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik. Hak tersebut dicabut selama 2 tahun 6 bulan, dan berlaku setelah ia selesai menjalani masa pidananya.

“Pidana tambahan mencabut hak terpidana untuk menduduki dalam jabatan publik selama 2 tahun dan 6 bulan terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan,” demikian bunyi putusan yang diketok oleh majelis hakim yang diketuai Surya Jaya, dengan anggota Sinintha Yuliansih Sibarani dan Sigid Triyono, pada 4 Juni 2025.

Pada 2018 lalu, Setya Novanto dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia juga diperintahkan membayar uang pengganti senilai USD 7,3 juta dan dijatuhi pencabutan hak jabatan publik selama 5 tahun usai menjalani masa pidana.

Related

You Might Also Like

Prabowo Akan Bahas Konflik Gaza-Isu Geopolitik dengan Presiden Mesir El-Sisi

Soal Eks TNI AL Gabung Rusia, Menkum: Jika Tak Kantongi Izin Presiden, Status WNI Hilang

Prabowo Hadiri KTT ASEAN, Bahas Isu Regional-Internasional

Bocah Perempuan Ditemukan Tewas di Tong Sampah, Diduga Korban Tabrak Lari

Ketum AMPI Respon Intruksi Ketum Golkar Raih Pemilih Pemuda di Pemilu 2029

TAGGED:DPR RIGolkarSetya Novanto
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Ini Kata Pramono soal Pertemuan Halalbihalal dengan Megawati

Rivan Prasetyo
Rivan Prasetyo
March 31, 2025
Gibran Soroti Potensi Laut Indonesia, Dorong Hilirisasi-Industri Modern
Mulai Hari Ini, One Way Nasional di Tol Cikampek-Kalikangkung Resmi Dicabut
Dokter PPDS Rudapaksa Anak Pasien di RSHS Diduga Punya Kelainan Seksual
Kapolri dan Panglima TNI Sepakat Usut Tuntas Penembakan Tiga Polisi di Lampung

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?