By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: Mengenal Brain Rot: Saat Otak Kelelahan Akibat Konten Berlebihan
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netraedu

Mengenal Brain Rot: Saat Otak Kelelahan Akibat Konten Berlebihan

Febriyan Ramadhan
Last updated: May 10, 2025 9:33 pm
Febriyan Ramadhan
Published May 10, 2025

Netraedu, Jakarta – Di era digital, konsumsi konten ringan seperti video pendek, meme, dan media sosial kian mendominasi keseharian. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memicu kelelahan mental. Fenomena ini dikenal dengan istilah “brain rot”, yang menggambarkan turunnya fungsi otak akibat paparan konten dangkal secara terus-menerus.

Apa Itu Brain Rot?

Meski tidak dikenal dalam dunia medis, brain rot digunakan secara populer untuk merujuk pada penurunan kemampuan berpikir akibat konsumsi konten digital yang pasif, repetitif, dan minim rangsangan kognitif.

Dr. Gloria Mark, peneliti dari University of California, menyebut otak kini lebih mudah terdistraksi akibat kebiasaan berpindah antar konten. Dalam bukunya Attention Span (2023), ia menulis, “kemampuan fokus manusia menurun drastis dalam 20 tahun terakhir dari rata-rata 2,5 menit menjadi hanya 47 detik di depan layar.”

Faktor Penyebab

Beberapa kebiasaan digital yang menjadi pemicu antara lain:

  • Menonton video pendek secara berlebihan.
  • Multitasking digital yang mengganggu proses pemahaman informasi.
  • Minimnya aktivitas seperti membaca, menulis, atau berdiskusi.

Studi dari National Institute of Mental Health (NIMH) juga menemukan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat meningkatkan kecemasan, menurunkan daya ingat jangka pendek, dan berisiko memicu depresi.

Dampak yang Muncul

Brain rot dapat berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Menurunnya konsentrasi dan fokus.
  • Sulit berpikir kritis.
  • Mudah lelah secara mental.
  • Kehilangan motivasi belajar atau bekerja.
  • Gangguan tidur dan emosi.

Jika tak ditangani, kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup, produktivitas, hingga relasi sosial.

Langkah Pencegahan

Brain rot dapat dicegah dengan sejumlah kebiasaan sehat, seperti membatasi konsumsi konten pasif dan menetapkan waktu khusus untuk menggunakan media sosial. Digital detox secara berkala, melibatkan diri dalam aktivitas berpikir seperti membaca atau berdiskusi, serta melatih fokus dengan teknik Pomodoro juga disarankan.

Tidur cukup dan olahraga teratur juga penting. Menurut Harvard Medical School, berjalan kaki 30 menit sehari dan tidur minimal tujuh jam dapat membantu memulihkan fungsi otak.

Meski terdengar seperti istilah gaul, brain rot mencerminkan tantangan serius di era digital. Menyadari apa yang kita konsumsi, termasuk konten, adalah langkah penting untuk menjaga otak tetap sehat dan fokus dalam jangka panjang

Related

You Might Also Like

Berlomba di Bayang-Bayang Bom: Sejarah Senjata Nuklir di Asia Selatan

Kemdikdasmen Bakal Berlakukan Ijazah Digital Mulai Tahun Ini, Cek Penjelasannya

Catat! Dana KIP Kuliah Mulai Disalurkan Kembali Setelah Libur Lebaran

Hari Tanpa Diet (No Diet Day): Sejarah, Makna, dan Alasan Mengapa Diperingati

Sejarah Konklaf: Awal Mula Hingga Pemilihan Usai Wafatnya Paus Fransiskus

TAGGED:Brain rotEdukasiFungsi OtakKesehatanOtak
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Ganjar Ungkap Isi Arahan Megawati dalam Pembekalan Kepala Daerah PDIP

Rezy Rahmat
Rezy Rahmat
May 18, 2025
Bareskrim Telusuri Laporan RK atas Pencemaran Nama Baik oleh Lisa Mariana
Arus Balik Lebaran: Polres Bogor Terapkan One Way dari Puncak Menuju Jakarta
Kakorlantas Polri Sebut Akses ke Bali Akan Ditutup 28 Maret untuk Hormati Nyepi
PSU Pilkada Serang, Gakkumdu OTT 12 Terduga Pelaku Politik Uang

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?