By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: Remaja AS Pemuja Hitler Bunuh Orang Tua demi Serang Trump
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netraworld

Remaja AS Pemuja Hitler Bunuh Orang Tua demi Serang Trump

Rezy Rahmat
Last updated: April 13, 2025 9:08 pm
Rezy Rahmat
Published April 13, 2025
Foto: Ilustrasi Gambar Garis Polisi Berlatar Belakang Bendera Amerika Serikat - iStockPhoto

Netraworld, Jakarta – Seorang remaja asal Wisconsin, Amerika Serikat, didakwa atas dugaan pembunuhan terhadap kedua orang tuanya dalam upaya mendapatkan sumber daya untuk melancarkan rencana ekstrem, termasuk pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump dan penggulingan pemerintahan AS. Remaja bernama Nikita Casap (17) itu juga diketahui menulis pujian terhadap pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Mengutip laporan ABC News, Minggu (13/4/2025), Casap ditangkap pada Maret lalu dan dijerat dua dakwaan pembunuhan tingkat pertama serta dua dakwaan menyembunyikan jenazah. Selain itu, jaksa di Waukesha County juga mengajukan dakwaan tambahan, seperti pencurian properti senilai lebih dari USD 10.000 (sekitar Rp168 juta) dan penyalahgunaan identitas demi memperoleh dana.

Berdasarkan dokumen pengadilan, aparat penegak hukum tengah menyelidiki kemungkinan pelanggaran hukum federal, termasuk dugaan konspirasi untuk membunuh presiden serta penggunaan senjata pemusnah massal. Jenazah ayah tiri Casap, Donald Mayer (51), dan ibunya, Tatiana Casap (35), ditemukan di rumah mereka oleh petugas Sheriff Waukesha County pada 1 Maret lalu.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan atas dasar surat perintah resmi, polisi menemukan materi ekstremis di ponsel Casap, termasuk keterkaitannya dengan ‘The Order of Nine Angles’, kelompok yang dikenal menyebarkan ideologi ekstrem berbasis supremasi kulit putih.

Biro Investigasi Federal (FBI) meninjau dokumen yang diduga ditulis oleh Casap, yang memuat seruan untuk membunuh Trump serta memulai revolusi dengan tujuan ‘menyelamatkan ras kulit putih’.

Dokumen pengadilan juga mencatat adanya gambar Adolf Hitler disertai tulisan: “HAIL HITLER HAIL THE WHITE RACE HAIL VICTORY.”

“Dia berhubungan dengan pihak lain tentang rencananya untuk membunuh Presiden dan menggulingkan pemerintah Amerika Serikat. Dan dia membayar, setidaknya sebagian, sebuah pesawat nirawak dan bahan peledak untuk digunakan sebagai senjata pemusnah massal untuk melakukan serangan,” tulis penyelidik dalam pernyataan tertulis federal.

“Pihak lain, yang dihubungi Casap, tampaknya mengetahui rencana dan tindakannya dan telah memberikan bantuan kepada Casap dalam melaksanakannya,” lanjut isi surat pernyataan tersebut.

Casap telah menjalani sidang pendahuluan pada 9 April untuk kasus yang diajukan di tingkat negara bagian. Ia belum mengajukan pembelaan dan masih berada dalam tahanan. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei mendatang.

Related

You Might Also Like

Maling Motor di Bogor Tewas Usai Sempat Kritis Karena Diamuk Massa

Kesal Disuruh Cuci Piring, Keponakan Tega Bunuh Tante di Bogor

Rusia Beri Peringatan Keras ke AS Tak Ikut Campur Konflik Iran-Israel

Polisi Ungkap Peran Dokter dan Istri Dalam Penganiayaan ART di Pulogadung

Pemain Sinetron Pria Ditangkap Polisi, Diduga Peras Pacar Sesama Jenis

TAGGED:Amerika SerikatDonald TrumpKriminal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Pemerintah Segel 9 Lokasi di Puncak-Gunung Geulis, Ini Kata Zulkifli Hasan

admin
admin
March 15, 2025
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Evaluasi 6 Bulan Pemerintahan
Indonesia-Kamboja Perkuat Kerja Sama Atasi TPPO dan Migrasi Ilegal
Gubernur Jateng Imbau Siswa Rayakan Kelulusan dengan Ibadah, Bukan Konvoi
Ini Tanggapan PDIP Usai Jokowi Sebut Pertemuan Presiden Terdahulu Sulit Terjadi

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?