By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: BI Catat dalam Sepekan Dana Asing Keluar dari Indonesia Capai Rp 24 Triliun
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netranomics

BI Catat dalam Sepekan Dana Asing Keluar dari Indonesia Capai Rp 24 Triliun

Rezy Rahmat
Last updated: April 12, 2025 10:32 pm
Rezy Rahmat
Published April 12, 2025
Foto: Ilustrasi Gambang Logo Bank Indonesia - Istimewa

Netranomics, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa selama periode 8 hingga 10 April 2025, terjadi penarikan dana asing dari pasar keuangan domestik dengan total mencapai Rp 24,04 triliun.

Penarikan dana terbesar berasal dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan nilai neto Rp 10,47 triliun, diikuti oleh pelepasan di Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7,84 triliun, serta pasar saham sebesar Rp 5,73 triliun.

“Data transaksi pada 8 April hingga 10 April 2025 secara agregat nonresiden tercatat jual neto Rp24,04 triliun,” ujar Ramdan Deni Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Sabtu (12/4/2025).

Meskipun demikian, pada periode yang sama, terdapat aliran dana asing masuk ke instrumen SRBI senilai Rp 7,11 triliun dan ke SBN sebesar Rp 13,05 triliun, menurut data penyelesaian transaksi.

Sementara itu, sepanjang tahun berjalan, dana asing yang keluar dari pasar saham telah mencapai Rp 34,48 triliun.

Arus keluar dana ini turut memengaruhi peningkatan premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor lima tahun, yang mencerminkan tingkat risiko investasi. Per 10 April 2025, premi CDS tercatat naik menjadi 113,35 basis poin (bps), lebih tinggi dibandingkan posisi 4 April 2025 yang sebesar 105,75 bps.

Di sisi lain, imbal hasil (yield) SBN dengan tenor 10 tahun justru mengalami penurunan menjadi 7,026 persen pada 10 April 2025. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat dengan tenor serupa naik ke level 4,425 persen.

Related

You Might Also Like

Mengapa Rusia, Korut-Kuba Tak Masuk Daftar Negara Perang Tarif AS?

Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Usai AS Umumkan Kebijakan Tarif Impor Trump

Datangi BEI, Dasco Beri Dukungan agar Pasar Tetap Tenang

Trump Kirim Surat ke Prabowo: Kenakan Tarif 32%-Beri Ancaman Jika RI Membalas

Aksi Anak Penari Pacu Jalur dari Riau Viral di AS, Jadi Tren ‘Aura Farming’

TAGGED:Bank IndonesiaDana AsingIndonesiaPasar KeuanganRupiah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Kronologi Lengkap Pembunuhan Sadis di Banten: Wanita Hamil Dimutilasi Kekasih

Rezy Rahmat
Rezy Rahmat
April 22, 2025
Puan Desak Komisi I Panggil Panglima TNI Buntut Ledakan Maut di Garut
Kejari Jakpus Geledah Sejumlah Tempat Terkait Kasus Korupsi PDNS 958 Miliar
Prabowo dan Macron Dijadwalkan Kunjungi Akmil-Candi Borobudur Siang Ini
Kunjungan ke Brunei, Prabowo Akan Terima Penghargaan Kebesaran Tertinggi

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?