Netra, Jakarta – Pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terpantau melakukan aktivitas penerbangan intensif di sekitar wilayah Iran. Pesawat tersebut dilaporkan terbang bolak-balik dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Aktivitas pesawat pengintai itu terjadi bersamaan dengan pengerahan besar-besaran aset militer AS ke kawasan sekitar Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa “armada besar” serta kapal-kapal “sangat kuat” telah digerakkan menuju wilayah tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump pada akhir Januari lalu, di tengah pertimbangan opsi militer terhadap Teheran.
Sebagai bagian dari penguatan militer, Washington mengirimkan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak rudal, yakni USS Frank E Petersen Jr, USS Michael Murphy, dan USS Spruance, ke Laut Arab. Pengerahan dilakukan pada akhir Januari saat eskalasi ketegangan dengan Iran meningkat. Dua kapal perang AS terpantau beroperasi di sekitar Selat Hormuz, sementara satu lainnya berada di Laut Merah.
Di tengah ancaman konflik terbuka, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui bahwa AS tengah membangun kekuatan militernya di kawasan. Namun, ia menegaskan langkah tersebut tidak membuat Iran merasa terintimidasi.
“Pengerahan militer mereka di kawasan itu tidak membuat kami takut,” kata Araghchi, Minggu (8/2).
Berdasarkan data open source intelligence (OSINT) dari Flightradar23, sebagaimana dilaporkan NDTV dan airforce-technology.com, Selasa (10/2/2026), pesawat P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS terdeteksi berulang kali menyusuri rute patroli yang sama. Pesawat itu memantau wilayah maritim antara Bahrain dan Uni Emirat Arab, dua negara yang berada di selatan daratan Iran.
Meski sebagian besar platform tempur AS ditempatkan di darat, data OSINT tersebut menunjukkan fokus pemantauan AS terhadap Teluk Persia yang memiliki nilai strategis tinggi, khususnya jalur pelayaran energi global.
Selain pesawat pengintai, sebuah pesawat KC-135 Stratotanker milik AS juga terpantau melakukan penerbangan singkat di sekitar wilayah Iran. Pergerakan pesawat pengisi bahan bakar di udara itu dinilai tidak biasa dan memperkuat indikasi peningkatan kesiapsiagaan militer AS di kawasan.

