By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: Muhammadiyah Minta Program Barak Militer untuk Pelajar Dikaji Ulang
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netranews

Muhammadiyah Minta Program Barak Militer untuk Pelajar Dikaji Ulang

Rezy Rahmat
Last updated: May 25, 2025 9:10 pm
Rezy Rahmat
Published May 25, 2025

Netra, Jakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengkritisi program pengiriman pelajar bermasalah ke barak militer yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang secara mendalam.

Menurut Haedar, pendekatan pendidikan semestinya tidak menitikberatkan pada aspek fisik semata. Ia menegaskan bahwa program semacam ini seharusnya dirancang berdasarkan kajian akademik yang matang.

“Semestinya dikaji ulang lah. Disiplin itu kan tidak berarti fisik, tapi mentalitas, tapi yang namanya pendidikan itu termasuk perubahan kurikulum, pola yang kita kembangkan itu hasil kajian yang disebut dengan kajian akademik, dan kita harus membiasakan itu,” ujarnya, Minggu (25/5/2025).

Haedar menambahkan bahwa setiap program pendidikan, termasuk yang menyasar perubahan perilaku, harus mengacu pada peraturan perundang-undangan dan melibatkan para pemangku kepentingan di bidang akademik.

“Bahkan, segala rancangan undang-undang mestinya didasarkan pada naskah akademik. Naskah akademik itu melibatkan berbagai stakeholder untuk mengkritisi dan memberi masukan secara akademik. Supaya hasil yang terbaik biar pun tidak sempurna,” lanjut dia.

Ia pun menyarankan agar Dedi Mulyadi berdialog dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar program tersebut tetap sejalan dengan sistem pendidikan nasional.

“Tapi secara objektif itu mewadahi pandangan-pandangan yang berkembang di masyarakat, kita kurang di situ. Saya sarankan Pak Gubernur berdialog dengan Kemendikdasmen supaya apa yang dilakukan itu dalam koridor sistem pendidikan nasional dan hasilnya bagus,” tuturnya.

Meski begitu, Haedar mengapresiasi niat untuk menanamkan disiplin di kalangan pelajar, namun ia mengingatkan bahwa model pendidikan harus dirancang secara komprehensif.

“Kita menghargai semangatnya, untuk menanamkan disiplin di Jawa Barat. Itu penting, tapi soal model itu kalau pendidikan perlu kajian lintas aspek,” jelas Haedar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan pihaknya masih mempelajari program tersebut. Ia mengatakan proses pengkajian akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar pendidikan, KPAI, dan psikolog.

“Kami masih mencermati termasuk pandangan para pakar ya, termasuk juga KPAI. Jadi kita anggap sebagai proses pangkajian kami dan kami juga mendengar dari pakar pendidikan, termasuk juga psikolog dan KPAI. Jadi belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Related

You Might Also Like

Dokter PPDS di RSHS Bandung yang Perkosa Anak Pasien Sempat Coba Bunuh Diri

Ribuan Warga Banda Aceh Ikut Aksi Bela Palestina, Donasi Rp 2 Miliar Terkumpul

Bahlil Angkat Bicara soal Penggeledahan Rumah Ridwan Kamil oleh KPK

Prabowo Sebut Tidak Akan Maju Pilpres 2029 Jika Ia Menilai Dirinya Tak Berhasil

Tiga Polisi Gugur di Lampung, Korlantas Kibarkan Bendera Setengah Tiang

TAGGED:Barak MiliterGubernur Jabar Dedi MulyadiHaedar NashirKetua Umum PP MuhammadiyahSiswa Nakal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Walkot Depok Akui CFD di Margonda Belum Ideal, Akan Evaluasi

Rivan Prasetyo
Rivan Prasetyo
May 4, 2025
Mayat Perempuan Tanpa Kepala Ditemukan Membusuk di Banten
KPK Geledah 2 Rumah La Nyalla Terkait Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim
Gempa M 6,3 Guncang Laut Banda, Tidak Berpotensi Tsunami
Pembahasan RUU TNI oleh Panja DPR RI Memasuki Hari Kedua

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?