By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: Kabar Buruk untuk RI: Sri Mulyani Sebut Dunia Dibayangi Ketidakpastian
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netranews

Kabar Buruk untuk RI: Sri Mulyani Sebut Dunia Dibayangi Ketidakpastian

Rivan Prasetyo
Last updated: May 20, 2025 2:34 pm
Rivan Prasetyo
Published May 20, 2025
Foto: Menteri Keungan Sri Mulyani - Istimewa

Netra, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kondisi dunia akan terus dibayangi ketidakpastian. Ia mengatakan saat ini sedang terjadi persaingan dan perang ekonomi, perang dagang, hingga perang militer antar negara.

“Dunia akan terus dibayangi ketidakpastian akibat persaingan dan perang ekonomi, perang dagang, perang keuangan dan bahkan perang militer antar negara,” kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan III, Selasa (20/5/2025).

Sri Mulyani menuturkan perang dagang yang terjadi terus meningkat serta ketidakpastian arah kebijakan ekonomi dunia telah memperburuk situasi perekonomian global yang sudah rapuh sejak awal tahun. Jika melihat perbandingan dengan data di triwulan yang sama tahun lalu, beberapa negara sudah mulai mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi di triwulan I tahun ini.

“Korea Selatan mengalami kontraksi 0,1% year on year, ini adalah pertama kali sejak COVID tahun 2020 terjadi. Malaysia yang pada triwulan IV-2024 sempat tumbuh 4,9%, pada triwulan I-2025 hanya tumbuh 4,4%. Singapura yang menjadi hub dari perdagangan dan investasi global mengalami penurunan pertumbuhan yang signifikan dari triwulan sebelumnya tumbuh 5% menjadi hanya 3,8% year on year,” bebernya.

Menurut Sri Mulyani, adanya perubahan dalam dinamika globalisasi serta semangat kerja sama antar negara sehingga menghasilkan fragmentasi dan persaingan sengit di semua segi. Mengenai Blok kesepakatan perdagangan dan investasi yang sudah dibangun antar negara, ia menyebut telah ditinggalkan dan tidak lagi dihormati.

“Proteksionisme dan orientasi inward looking serta prinsip my country first telah mengancam dan menghancurkan kerja sama bilateral dan multilateral yang merupakan tatanan global sejak pasca Perang Dunia II yang dibangun dan dominasi oleh negara-negara Barat dalam hal ini Amerika Serikat,” tuturnya.

Lebih lanjut, situasi ini menciptakan gangguan rantai pasok global yang menjadi andalan dan fondasi bagi sistem ekonomi. Volatilitas dan ketidakpastian global saat ini turut berkontribusi melemahkan kegiatan ekspor-impor.

Aliran modal keluar (capital outflow) yang terjadi dapat mengancam stabilitas nilai tukar sehingga meningkatkan tekanan inflasi dan menyebabkan suku bunga menjadi tinggi.

Sri Mulyani juga menyebut adanya kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengingatkannya pada kondisi 125 tahun lalu. Menurutnya, saat kondisi seperti ini peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dapat menjadin medium negosiasi dispute/persengketaan dagang antar negara secara de facto, namun hal ini tidak berjalan.

“Kebijakan pengenaan tarif resiprokal oleh AS kepada 145 negara mitra dagangnya yang diumumkan Presiden Trump pada 2 April 2025, dapat dibandingkan atau setara dengan tingkat tarif ekstrem tinggi yang dilakukan AS 125 tahun lalu. Jarum sejarah dunia seakan berputar balik mundur satu abad ke belakang di AS, atau bahkan mundur ke abad 16-18 sewaktu kebijakan Merkantilisme mendominasi dunia. Situasi ini memicu berbagai perubahan tatanan sosial, politik dan ekonomi di berbagai negara,” pungkasnya.

Related

You Might Also Like

Sekretariat Wapres Beri Penjelasan soal Viral IG Gibran Follow Akun Judol

KPU Pastikan Pemungutan Suara Ulang di 8 Daerah Digelar 19 April 2025

Sopir Angkot di Jakarta Selatan Tewas Setelah Menurunkan Penumpang

MenPAN-RB: Revisi UU ASN Belum Diusulkan DPR ke Pemerintah

Kemenag Berangkatkan 388 Petugas Haji Gelombang Pertama ke Arab Saudi

TAGGED:Kebijakan Tarif Pajak ImporMenkeuSri Mulyani
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Ini Kata Kapolri soal Kelanjutan Kasus 3 Polisi Gugur Ditembak di Lampung

Xenos Zulyunico
Xenos Zulyunico
March 22, 2025
PWI Jaya Kutuk Teror Paket Kepala Babi-Bangkai Tikus ke Tempo
Zulhas Sebut Lebaran Tahun Ini Ketersediaan Bahan Pokok Aman: Harga Terkendali
Dasco Bertemu dengan Sejumlah Aktivis Tanah Air, Ada Rocky Gerung
Jenazah Hotma Sitompul Tiba di Rumah Duka

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?