By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
NetramediaNetramediaNetramedia
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Netranews
  • Netrasport
  • Netranomics
  • Netratech
  • Netraedu
Reading: Jabodetabek Masih Hujan Walau Masuk Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Font ResizerAa
NetramediaNetramedia
  • Home
  • Netranews
  • Netranomics
  • Netrasport
  • Netratech
  • Netraedu
Search
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Contact
  • Contact
  • Blog
  • Blog
  • Blog
  • Complaint
  • Complaint
  • Complaint
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
Netranews

Jabodetabek Masih Hujan Walau Masuk Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Rivan Prasetyo
Last updated: May 4, 2025 12:13 pm
Rivan Prasetyo
Published May 4, 2025
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

Netra, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab wilayah Jabodetabek masih diguyur hujan meski telah masuk musim kemarau. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menyebut hal itu disebabkan bulan Mei masih termasuk musim peralihan.

Lebih lanjut, kata Andri, awal musim kemarau untuk wilayah Jabodetabek diperkirakan terjadi sejak bulan Mei sampai Juni 2025. Namun, hal itu tergantung dengan kondisi yang bervariasi di tiap wilayah dan dinamika atmosfer yang sedang aktif.

“Bulan Mei ini secara umum masih berada dalam masa peralihan musim dari hujan ke kemarau, yang ditandai dengan cuaca panas pada pagi hingga siang hari serta potensi hujan pada sore atau malam hari,” kata Andri dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).

Andri menjelaskan, beberapa hari belakangan ini wilayah Jabodetabek masih mengalami curah hujan yang tinggi disebabkan oleh adanya sistem bibit siklon 92S.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer dan yang paling dominan adalah keberadaan sistem bibit siklon 92S yang mulai terpantau sejak 2 Mei 2025 pukul 13.00 WIB di sekitar perairan selatan Jawa Tengah,” jelasnya.

Andri menjelaskan, bibit siklon ini bergerak ke arah barat sampai barat daya dengan begitu dapat memicu pertemuan massa udara (konvergensi).

Kemudian, adanya angin yang berperan dalam meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan kilat atau petir di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

“Selain itu, sistem tersebut juga menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot serta ketinggian gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa hingga Bali, yang masuk dalam kategori laut sedang (moderate sea),” ucapnya.

Berdasarkan analisis dan data per 4 Mei 2025 pukul 07.00 WIB, bibit siklon 92S sudah tidak lagi terpantau secara aktif. Namun terdapat pola tekanan rendah yang terasosiasi dengan sistem tersebut masih terdeteksi oleh alat pemantau.

“BMKG terus memantau perkembangan sistem ini dan menganalisis potensi dampaknya terhadap pola cuaca dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi yang dapat muncul sewaktu-waktu,” tutupnya.

Sebagai informasi, hujan lebat terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek pada Sabtu (3/5), meskipun bulan ini telah memasuki musim kemarau. Dampak dari hal tersebut, berimbas pada banjirnya sejumlah wilayah di Jakarta. Sejauh ini dilaporkan sebanyak 6 RT dan satu ruas jalan di Jakarta tergenang banjir.

Related

You Might Also Like

Dua Pelaku Pembunuh Driver Taksi Online di PIK 2 Terancam Hukuman Mati

Pemkot Grebek Gudang Miras di Baranangsiang Bogor, Amankan 1.787 Botol

Prabowo Minta Masyarakat Segera Lapor Jika Ada Pejabat Melanggar

PDIP soal Penulisan Ulang Sejarah: Tolong Benar-benar Sesuai Fakta

Pelarian Terdakwa Prostitusi dari PN Jakut Berakhir di Pelukan Kekasih

TAGGED:BMKGJabodetabekKemarauTangerang
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow US

Find US on Social Medias
1.2kLike
2.1kFollow
1.1kFollow
Popular News
Netranews

Dua Eks Direktur Kemnaker Dipanggil KPK Terkait Kasus Pengurusan TKA

Xenos Zulyunico
Xenos Zulyunico
June 3, 2025
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim di KL Malam Ini
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Sekjen PDIP Hasto di Perkara Harun Masiku
Cak Imin Serukan Penanganan Ancaman PHK Secara Menyeluruh dan Terpadu
Survei KPK Temukan 30% Tenaga Pendidik Wajarkan Perilaku Gratifikasi

Tentang Kami

[email protected]

Redaksi

© Netramedia. All Right Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?